fbpx
PrimaFit
Dampak Obesitas Terhadap Resiko Kesehatan


Dengan terus meningkatnya angka penderita Covid-19, ada sebuah trend kurang mengenakkan yang disadari para tim medis: Sebagian besar pasien kritis adalah mereka yang obesitas.

.................................

Ada beberapa alasan mengapa obesitas memperburuk resiko Covid-19.

Kadar lemak tinggi di area dada dan perut menekan paru-paru, sehingga dalam kondisi normal saja orang-orang tersebut tidak dapat menarik nafas secara penuh.

Berat badan yang tinggi juga berarti kebutuhan oksigen lebih tinggi. Kebanyakan penderita obesitas hanya dapat menarik nafas secara dangkal, sehingga saturasi oksigen dalam darah sudah di bawah normal.

Kedua faktor ini sudah membuat jantung dan paru-paru bekerja ekstra setiap hari, dan tentu saja semakin parah jika penderita obesitas tersebut tertular Covid-19. Namun, ternyata tidak berhenti di situ.

Peneliti Biologi Vaskuler dari Cork University menemukan bahwa sel lemak meningkatkan inflamasi atau peradangan dalam darah, sehingga dalam keadaan normal pun sistem daya tahan tubuh sudah bekerja keras mengatasi peradangan tersebut. Saat ada penyakit menyerang tubuh, maka sel-sel pertahanan tubuh penderita obesitas akan sangat lambat merespon dan kewalahan untuk mengalahkan bakteri atau virus.

Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga berat badan ideal dan berolahraga teratur sehingga imunitas tubuh kuat menangkal beragam penyakit.