PrimaFit
Bantu-Hilangkan-Depresi-dan-Kecemasan-dengan-Angkat-Berat
Bantu Hilangkan Depresi dan Kecemasan dengan Angkat Berat


Latihan lari jelas bukan satu-satunya pilihan untuk meredam gundah gulana dan stres berlebih.

.................................

Dua kajian baru menyatakan secara positif bahwa olahraga angkat berat memiliki efek positif yang sama untuk meningkatkan kesehatan mental.

Di awal tahun, saat mengetahui saya mengidap gangguan obsesif-kompulsif, rasa cemas berlebih, dan depresi berat, saya memutuskan untuk mengganti olahraga lari teratur ke angkat berat. Penggantian ini terlepas dari begitu banyaknya bukti akan manfaat latihan aerobik bagi kesehatan mental. Menurut saya, lari adalah latihan katabolik: memecah sel-sel tubuh sehingga meningkatkan hormon kortisol. Angkat berat, di sisi lain, merupakan latihan anabolik: membangun sel-sel tubuh dan memicu pelepasan hormon “I feel good”, testosteron. Saya merasa hancur saat itu, dan saya pikir, mencoba latihan yang membangun sel-sel tubuh dapat membantu.

Dan, benar saja. Saya memulai latihan kekuatan tiga sampai empat hari per minggu, diawali dengan menggunakan berat tubuh sebagai beban, melakukan squatting, pressing, and deadlifting, dan secara bertahap merasa lebih baik. Apakah hal itu mendorong perbaikan diri, sulit mengatakannya. Saya juga mengikuti terapi perilaku kognitif secara teratur, bermeditasi setiap hari, dan minum obat. Mencoba latihan angkat berat jelas tidak salah.

Dua kajian baru memberikan kepastian ilmiah pada pengalaman saya. Yang pertama, dipublikasikan tahun 2017 dalam jurnal Sports Medicine. Kajian itu menemukan bahwa latihan angkat berat mengurangi gejala-gejala kecemasan. Yang kedua adalah sebuah publikasi dari JAMA Psychiatry yang terbit bulan Mei 2018 lalu. Kajian itu mengatakan bahwa latihan angkat berat dapat membantu meringankan dan bahkan mencegah depresi. Kedua kajian tersebut sangatlah penting karena merupakan meta analisis (kajian menyeluruh dari banyak percobaan). Dengan kata lain, kajian tersebut itu bukanlah hasil temuan satu kali.

Walaupun kedua kajian tersebut tidak menunjukkan mekanisme yang jelas di bagian mana latihan angkat berat memperbaiki kondisi pikiran, Lindsey Brooke Hopkins, psikolog di Oakland, California, yang mempelajari dampak berolahraga untuk kesehatan mental, mengatakan bahwa sepertinya karena terjadi kombinasi perubahan baik dalam biologis dan psikologis. Sebagai tambahan, katanya, latihan beban membantu Anda mempelajari “menghadapi ketidakanyamanan fisik dan emosi” yang mengharuskan Anda mendorong dengan kuat. Menurut Hopkins, gerakan yang sama dilakukan pada terapi perilaku kognitif sebagai tujuan pendekatan klinis.

Scott Barry Kaufman, seorang psikolog kognitif yang memiliki pengalaman singkat gangguan kecemasan umum (yang memang sebetulnya menjangkiti setiap orang tanpa pandang profesi), mengatakan bahwa baginya, angkat berat memberikan dua manfaat sekaligus. Dalam jangka pendek, “sesuatu tentang upaya fisik sangat mengangkat suasana hati saya,” katanya. “Dampak jangka panjangnya adalah olahraga ini membuat saya diberdayakan, percaya diri, dan siap menghadapi setiap tantangan di hari itu.”

Kory Stotesbery, seorang psikiatris di San Francisco, California, mengatakan pada saya bahwa dalam masa sepuluh tahun berpraktik, ia menemukan beberapa pola kemajuan yang dapat diperkirakan, “Yang terjadi secara konsisten adalah seseorang yang berada dalam kondisi depresi berpikir Saya tidak bisa dan lalu saya melihat tanda-tanda Saya bisa. Depresi adalah kehilangan harapan dan kecemasan adalah kehilangan kepercayaan diri.” Hal itulah yang membuat latihan angkat berat menjadi sangat tepat guna.

“Olahraga, khususnya olahraga yang secara langsung berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik sebagai jaminan keberhasilan, tampaknya memberikan hasil Saya bisa lebih tinggi,” kata Stotesbery. “Mungkin, jalan orang yang mengalami depresi dari kamar tidur ke kamar mandi, lalu ke kantor tidaklah berbeda dari jalan orang yang berlatih angkat berat dari ‘ini dapat menghancurkanku’ menjadi ‘Aku suka menunjukkan pada diri sendiri bahwa ini tidak akan menghancurkanku’. Jika latihan angkat berat yang sungguhan memerlukan kecakapan khusus, latihan angkat berat tingkat dasar sangat mudah. Dengan segera kita masuk ke dalam suasana positif dengan tantangan-tantangan yang mudah dimodifikasi dan terus menerus mendapat masukan untuk naik tingkat.”

Ini cerita Brett Bartholomew. Jauh sebelum ia menjadi pelatih terkenal di bidang kekuatan dan pengondisian, Bartholomew remaja berjuang melawan depresi. Latihan angkat berat menjadi komponen penting dalam penyembuhannya. “Latihan kekuatan membuat saya dapat mengumpulkan fokus dan upaya melawan kekuatan yang tidak dapat bergerak,” kisahnya. “Saat akan berlatih, Saya tidak yakin dapat menangani bebannya, tapi berkali-kali saya membuktikan pada diri saya sendiri bahwa saya dapat melakukannya. Cara berpikir seperti itu akhirnya terbawa keluar gym.”

Meskipun dampak latihan beban pada kesehatan mental sangat menggembirakan, latihan itu sendiri—atau semua latihan—tidak dapat menggantikan perawatan atau pengobatan, terutama dalam kasus-kasus kecemasan dan depresi yang parah. Yang dapat dibuktikan dari latihan angkat berat adalah, berlatih dua kali seminggu dapat meringankan beban hati dan pikiran, dan saat sudah benar-benar sembuh, mencegah kambuh.