PrimaFit
Gunung-Semeru-4
Tim Primafit Mendaki Puncak Gunung Semeru


Seru, deg-degan, dan pemandangan luar biasa adalah kesan yang kami dapat saat mendaki gunung Slamat pada tanggal 6 Februari 2019 lalu. Tim Primafit menuju Guci, Tegal, dengan waktu tempuh sekitar 7 jam dalam misi pendakian ke Gunung Slamet.

.................................

Keesokan harinya, tanggal 7 Februari, tepat jam 8 pagi, pendakian pun dimulai. Ada beberapa tahap area yang kami lewati. Tahap pertama, kami melewati area hutan pinus dan perkebunan sayur. Pemandangannya begitu hijau dan asri. Dalam tahap itu, kami melewati banyak pos. Dari pos 1 hingga pos 4, perjalanan menghabiskan waktu selama 4 jam. Dari Pos 4 ke pos 5, kami disuguhkan pemandangan indah ciptaan Tuhan. Pemandangan indah serta suara alam saling bersahutan, sampai-sampai kami lupa dengan lelah dan beratnya carrier yang kami pikul. Keindahan itu benar-benar mengurai rasa letih kaki dan badan kami yang mendera.


Gunung-Semeru-2

Sesampainya di lokasi, kami berbagi tugas sesuai yang sudah disepakati. Ada yang membuat api unggun, membangun tenda, dan ada yang begitu cekatan membuat parit. Sekitar pukul 17.30 semua sudah rapi. lalu kami semua membuka logistik untuk masak. Akhirnya, kami semua dapat beristirahat pukul 20.30 malam. Kami beristirahat untuk pendakian selanjutnya. 


Gunung-Semeru-1

Dini hari pukul 02.30, kami pun melanjutkan perjalanan kami untuk menaklukkan puncak gunung Slamet. Tak seperti perjalanan sebelumnya, pendakian menuju puncak (summit attack) sangatlah sulit. Dengan suhu sekitar 7 derajat, angin kencang, kabut tebal, dan tubuh yang belum benar-benar bugar, kami tidak boleh banyak beristirahat untuk menghindari hipotermia. Trek pendakian dimulai dengan bebatuan cadas dengan kemiringan yang ekstrem. Dari bebatuan, pijakan berubah menjadi pasir halus bercampur batu. Sekitar 30 menit kemudian, kami berhasil sampai di puncak gunung tertinggi di Jawa Tengah. Pemandangan di atas indah sekali. Tentu saja kami berfoto dan beristirahat. 

Pukul 8 pagi kami turun memulai perjalanan turun gunung. Perjalanan turun itu diwarnai dengan sedikit kecelakaan karena seorang anggota kami terpeleset sejauh 7 meter karena trek licin. Alhasil, pergelangan kakinya terkilir. Sesampainya di pos 5, kami menggunakan TriggerPoint agar bisa melanjutkan perjalanan turun.